skip to Main Content

Menuju Indonesia Sebagai Gudangnya Programmer Handal di ASEAN. (EDISI 1)

Menuju Indonesia Sebagai Gudangnya Programmer Handal Di ASEAN. (EDISI 1)

Peluang Besar untuk Profesi Progammer di Indonesia

Di era digital saat ini, sudah tidak dapat terbendung lagi perubahan dalam sendi-sendi kehidupan kita sehari-hari maupun didunia usaha tanpa tersentuh oleh teknologi digital, dan bahkan sudah memasuki era Artificial Intelligent.

Dalam kondisi seperti ini kebutuhan akan tenaga ahli programmer terus meningkat, bahkan berdasarkan penelitian yang dilakukan Glassdoor, delapan dari 25 pekerjaan paling diinginkan adalah dari industri teknologi. Laporan dari Burning Glass di tahun lalu mengatakan jika ada 7 juta lapangan pekerjaan bagi para programmer dan hal itu sangat impresif sejauh 12 persen dari rata-rata serapan lapangan pekerjaan secara global.

Kondisi di Indonesia

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara meyakini generasi muda di Yogyakarta memiliki potensi yang besar mendukung program pemerintah yang menargetkan pencapaian 1.000 startup digital pada 2020. “Saya yakin karena orang-orang Yogyakarta ini kreatif,” kata Rudiantara dalam acara ‘Ignition Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital’ di Graha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu (13/8).

Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital juga akan berlangsung di Kota Bandung, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak. “Gerakan ini bukan hanya milik beberapa pihak saja, namun milik seluruh Bangsa Indonesia. Diharapkan seiring berjalannya gerakan ini akan mulai terbentuk ekosistem startup digital yang ideal di Indonesia,” ujarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno dalam diskusi di Indonesia E-Commerce Summit & Expo (IESE) 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, mengatakan, tantangan utama dalam pengembangan ekonomi digital adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, ekonomi digital merupakan keniscayaan di masa depan.

“Ke depan, dalam setiap tarikan napas kita mikirnya digital.  Maka kita harus klasifikasikannya itu adalalah bagian dari digital ekonomi,” katanya  Ketua Komite Tetap Bisnis Digital, E-commerce, dan Startup KADIN, Shinta Dhanuwardoyo menambahkan, tantangan utama mengembangkan ekonomi digital memang SDM. Hanya saja, secara khusus, para pelaku bisnis e-commerce memerlukan programmer atau developer andal.

“Yang mereka keluhkan adalah mencari developer atau programmer andal,” ujarnya. Ia menegaskan, untuk menggarap potensi digital Indonesia yang cukup besar diperlukan programmer kelas dunia.

Mengapa tenaga programmer handal sulit didapatkan? Bahkan untuk mendapatkan bibit yang potensial sebagai programmerpun cukup sulit ditemui, padahal begitu banyak lulusan jurusan TI di Indonesia. Mulai dari tahun 2013 saja ada lebih dari 200 Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta tingkat S1,S2, dan S3  yang memiliki jurusan Teknologi Informasi (TI). Ditambah lagi ada 300 lebih menghasilkan lulusan D2,D3 dan D4 yang secara total ada lebih dari 25.000 lulusan TI. Lalu apa yang menyebabkan betapa sulitnya untuk mendapatkan bibit-bibit lulusan yang potensial untuk profesi Programmer atau Technical Consultant?

Menurut hasil pengamatan sebuah perusahaan di Indonesia yang bergerak dibidang Pengembangan dan Pelatihan tenaga Programmer hal ini disebabkan karena:

  1. Daya saing kompetensi lulusan perguruan tinggi umumnya masih relatif rendah, dari sisi ketrampilan teknisnya
  2. Masih rendahnya minat mahasiswa/lulusan informatika untuk berkarir di jenjang karir TI
  3. Masih kurangnya jumlah dosen yang berpengalaman di proyek TI untuk mengajarkan teknologi yang dipakai di dunia industri
  4. Mahalnya biaya pelatihan/training perangkat lunak dunia
  5. Training-training yang ada di pasaran hanya mengajarkan materi yang bersifat text book, bukan dengan kasus terapan.

Kebutuhan atas ahli pemrograman komputer di Indonesia pun, bukan hanya dibutuhkan oleh perusahaan swasta, tetapi juga ada kebutuhan besar di sektor pemerintahan. Hal ini pula menunjukkan bahwa pemerintah menyadari dan memiliki semangat untuk siap mengikuti perubahan ke arah digitalisasi sistem operasional di setiap satuan organisasi di pemerintahan.

PT Xsis Mitra Utama sebagai Sebuah perusahaan IT Services yang saat ini memiliki lebih dari 250 pelanggan di Indonesia dan tersebar di berbagai industri, bisa dikatakan sebagai pioneer yang memiliki program Bootcamp Full Stack Developer yaitu sejak awal 2005, dimana melalui unit bisnisnya yaitu Xsis Academy telah melakukan pembentukan (develop) programmer untuk memenuhi kebutuan proyek-proyeknya dan untuk seluruh customernya. Xsis Academy telah banyak sekali membentuk programmer-programmer yang dihasilkan dari hampir 130 batch, dimana setiap batch itu disertakan 10-12 orang fresh graduate, sehingga jumlah total yang telah mengikuti Bootcamp di Xsis Academy sudah lebih dari 1.300 orang.

Teknologi yang menjadi fokus dari Xsis Academy adalah yang banyak dibutuhkan di industri, yaitu application development berbasis web dan mobile, antara lain Java, ASP.Net dan SAP ABAP.

Menurut penilitian dan pengolahan data dari situs bursa kerja yang merupakan market leader di dunia kerja di Indonesia, Bahasa pemrograman yang dbutuhkan di dunia kerja saat ini adalah sebagai berikut :

30% Java Technology; 27% ASP.Net; 31% PHP dan 12% Bahasa Program lainnya

Written by :

RAHMAT SAPTADIRDJA

As Director Xsis Academy

Rahmat is one of the Founder of PT. Xsis Mitra Utama in the begining of 2005, previously he worked in an IT company for more than eleven years. Rahmat is also active in campaigning and educating many graduates of schools and colleges in Indonesia to improve their readiness to work in the IT industry. He acts as a bridge between IT industry and Education Industry
wpChatIcon
Back To Top