skip to Main Content

Mengapa Banyak Orang Belum Memiliki Asuransi?

Mengapa Banyak Orang Belum Memiliki Asuransi?

Mengapa Masih Ada Sekian Banyak Orang Yang Belum Memiliki Asuransi?

Bisnis Asuransi Saat Ini

Ada cukup banyak alasan mengapa banyak orang belum memiliki polis asuransi, berikut ini adalah 3 alasan teratas :

  1. Karena polis asuransi mahal.
    Beberapa orang merasakan mahalnya polis asuransi yang harus dibayar. Mereka menimbang-nimbang skala prioritas kebutuhan hidup lainnya, misalnya untuk membiayai sekolah, untuk menyelesaikan cicilan, dan beberapa pos-pos pengeluaran lainnya yang dapat menunda pembelian polis asuransi, lama kelamaan polis asuransi tidak jadi dibeli.
  2. Karena tidak mengerti produk-produk asuransi.
    Beberapa orang memiliki pemahaman yang minim tentang produk-produk asuransi. Yang mereka tahu adalah jika memiliki asuransi maka kerugiannya dibayar, tetapi tidak tahu apa saja jenis dan produk asuransi, karena sedikitnya pengetahuan produk asuransi, maka polis asuransi tidak jadi dibeli.
  3. Karena kurang percaya dengan pembayaran klaim asuransi.
    Beberapa orang tidak memiliki asuransi karena tidak mempercayai bahwa klaim dapat dibayarkan.

Solusi

Bagaimana solusi untuk menjawab permasalahan tersebut?

  1. Untuk polis asuransi yang dirasakan mahal, solusi ini adalah bernegosiasi antara calon tertanggung dan perusahaan asuransi, dimana perusahaan asuransi bisa menyesuaikan harganya dengan mengatur atau menyesuaikan kembali benefit yang nantinya akan diterima oleh tertanggung.
  2. Bagi masyarakat yang belum paham produk-produk asuransi, solusi ini dapat dicapai dengan dua tindakan, pertama adalah edukasi dan kedua adalah dengan tidak bosan-bosannya mengulang-ulang edukasi tersebut. Singkatnya, edukasi dan kreatifitas pengulangan edukasi.
  3. Bagi masyarakat yang kurang mempercayai akankah klaim asuransi terbayarkan atau tidak, maka solusi untuk tantangan ini adalah teknologi Blockchain.

Blockchain

Sebelum menyajikan bagaimana blockchain ini membantu solusi atas permasalahan ketidakpercayaan seperti disampaikan diatas, berikut itu definisi blockchain yang perlu dipahami terlebih dahulu :

  1. Blockchain adalah sekumpulan data (1 blok data) yang didistribusikan kepada para pengguna blockchain (sehingga menyerupai rantai atau chain); dan terciptalah nama Blockchain. Dimana data itu dicatatnya, simak yang kedua berikut ini.
  2. Distributed Ledger. Sederhananya adalah pembukuan (ledger) dari blok data tadi. Dan karena data itu didistribusikan, maka ledger-nya juga didistribusikan. Bagaimana caranya? Simak yang ketiga berikut ini.
  3. Distributed Ledger Technology yaitu teknologi pencatatan pembukuan dan pendistribusian kepada seluruh anggota dalam jaringan blockchain.

Perlu diingat bawah Blockchain memiliki beberapa sifat berikut ini :

  1. Immutable, artinya data itu tidak mudah dimanipulasi, karena data yang sama tersebar kepada seluruh anggota dalam jaringan blockchain.
  2. Transparan, setiap pihak dapat melihat data tersebut.

Jadi masalah terkait ketidakpercayaan tersebut diatas dapat teratasi dengan blockchain ini, yaitu: transparan dan immutable. Blockchain memiliki aplikasi di dalamnya yang dinamakan Smart Contract.

Smart Contract

Apakah yang dimaksudkan dengan Smart Contract? Bagaimana smart contract ini dapat membantu perusahaan asuransi?

Smart contract adalah bahasa pemrograman yang digunakan didalam blockchain yang berisikan kesepakatan atau perjanjian bisnis yang dieksekusi secara otomatis oleh sistem.

Untuk menjelaskan bagaimana penerapan smart contract di dalam proses klaim, diambil sebuah contoh proses klaim yang sederhana pada asuransi perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang. Namun demikian smart contract tidak hanya dapat digunakan pada sebuah proses ini saja. Ada banyak proses-proses didalam bisnis asuransi yang dapat dibantu oleh smart contract ini.

Penundaan penerbangan (delay jadwal pesawat) bukan berarti tidak sinkron jadwal delay dengan asuransi yang telah dimulai. Dalam keadaan normal, maka aktivasi klaim asuransi dapat dimulai sejak pesawat takeoff, dan berakhir sejak sekian waktu setelah mendarat (landing). Apabila terjadi delay, maka notifikasi delay akan disampaikan juga kepada pihak asuransi perjalanan, sehingga aktivasi klaimnya menyesuaikan dengan jadwal penerbangan yang membuat orang lebih mempercayai jasa asuransi.

Berikut ini adalah penerapan smart contract pada proses underwriting asuransi. Misalnya sebuah polis dibeli seorang ayah untuk asuransi anaknya.

 

Proses Bisnis Smart Contract
Pembelian polis Smart contract menerima semua data, seperti data tanggal lahir, beneficiary, dan sebagainya.
Pengecekan manfaat yang nanti akan diterima oleh pemegang polis (tertanggung) melalui website Smart contract menerima perintah untuk mencari dan menyajikan data kepada tertanggung.
Jika ada perubahan data Smart contract men-trigger agen asuransi yang menjual polis untuk konfirmasi dan client relationship.
Konfirmasi antara agen asuransi dan tertanggung Smart contract memperbaharui data maupun perubahan beneficiary.
Tertanggung mengajukan klaim Smart contract secara otomatis mengeluarkan perintah pemrosesan klaim kepada penerima (beneficiary

 

Dengan demikian, masalah ketidakpercayaan masyarakat atas tidak dibayarnya klaim dapat mulai teratasi dengan bantuan teknologi.

 

Selamat Hari Asuransi Nasional Tanggal 18 Oktober dan Mari Berasuransi

Mengapa Banyak Orang Belum Memiliki Asuransi

 

 

 

 

Penulis: Hendrix Yapputro M.Sc., Certified IT Architect, General Manager PT Equine Global.

X
wpChatIcon
Back To Top